<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>1+4=5?</title>
	<atom:link href="http://risfan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://risfan.wordpress.com</link>
	<description>i post what i want</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jun 2010 02:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='risfan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>1+4=5?</title>
		<link>http://risfan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://risfan.wordpress.com/osd.xml" title="1+4=5?" />
	<atom:link rel='hub' href='http://risfan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Udah lama gak nulis disini. Nulis bentar ah, ngeluarin unek-unek</title>
		<link>http://risfan.wordpress.com/2010/06/03/udah-lama-gak-nulis-disini-nulis-bentar-ah-ngeluarin-unek-unek/</link>
		<comments>http://risfan.wordpress.com/2010/06/03/udah-lama-gak-nulis-disini-nulis-bentar-ah-ngeluarin-unek-unek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 02:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unek-unek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risfan.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini tiba-tiba saya mendengar&#160;satu lagi berita tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial (untuk kali ini mari kita mengambil contoh facebook) di indonesia. Saya tidak jelas mendengar apa yang terjadi, mendengarpun itu tidak penting. Mungkin tentang pelecehan seksual, backstreet relationship, kabur dari rumah, accelerated adolescence, dan/atau lain-lain. Yang ingin saya utarakan adalah kesalahan cara pandang masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risfan.wordpress.com&amp;blog=4568617&amp;post=16&amp;subd=risfan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span> </span>Pagi ini tiba-tiba saya mendengar&nbsp;satu lagi berita tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial (untuk kali ini mari kita mengambil contoh facebook) di indonesia. Saya tidak jelas mendengar apa yang terjadi, mendengarpun itu tidak penting. Mungkin tentang pelecehan seksual, backstreet relationship, kabur dari rumah, accelerated adolescence, dan/atau lain-lain.</p>
<p><span> </span>Yang ingin saya utarakan adalah kesalahan cara pandang masyarakat awam yang mungkin dipicu oleh kesalahan media dalam menyampaikan berita tentang penyalahgunaan facebook di indonesia. Media menyampaikan begitu dramatis, (jelas saja, yang mereka pikirkan adalah rating mereka, bukan dampak sosial yang terjadi pada masyarakat awam). Media benar-benar menyampaikan berita tersebut seakan-akan yang menjadi penyebab masalah adalah situs jejaring sosial.</p>
<p><span> </span>Padahal kenyataannya, yang bersalah adalah penggunanya sendiri. Oke, mari kita lihat dari sisi <a href="http://www.facebook.com/policy.php">privasi</a>. Facebook sudah berkali-kali memperbaiki pengaturan privasinya. Dulu informasi dalam facebook sangat mudah diakses, namun sekarang kita bisa mengontrol informasi apa yang kita tampilkan, status update, wall post, tautan, foto, dan video dapat kita proteksi dengan cara yang mudah, banyak pengaturan tentang privasi. Barang apa yang bsia dilihat oleh teman, teman dari teman, atau orang tidak dikenal. Hanya saja, pengaturan privasi ini sangat jarang digunakan oleh masyarakat <strike>awam</strike>. Mereka melakukan sesuatu berdasarkan apa yang didengar, bukan membaca. Padahal setiap ada fitur atau informasi penting facebook selalu menyampaikan di halaman rumah (beranda/home). Hingga surat elektronik dari Mark Zuckerbergpun pernah muncul di beranda. Nah, menurut saya, dari sisi privasi, facebook tidak bersalah, karena facebook sudah berkali-kali meningkatkan privasi penggunanya, dan setiap kali ada info baru, facebook selalu menyampaikannya lewat halaman yang paling mudah diakses. Masalah terhadap bahasa? Ada pengaturan bahasa di bagian terbawah halaman awal, http://www.facebook.com/ajax/intl/language_dialog.php?uri=http://www.facebook.com</p>
<p><span> </span>Yang kedua, masalah <a href="http://www.facebook.com/terms.php">Term of Use</a>. Masyarakat awam dan media menyalahkan (atau mungkin menyesal atas adanya) facebook, karena terjadinya kecelakaan terhadap anak-anak mereka. Oke, mari kita lihat ke belakang. Anak-anak yang menjadi korban pelecehan ini adalah di bawah umur delapanbelas tahun. Iya kan? Dan pada dasarnya, facebook MELARANG anak di bawah tigabelas tahun untuk menggunakan facebook. Mengapa? Karena memang facebook mengerti bahwa anak di bawah tigabelas tahun masih labil. Di Indonesia ukuran dewasa adalah delapanbelas. Mereka belum dewasa, mungkin sebagian sudah. Namun kedewasaan itu belum sempurna. Anak-anak di bawah tigabelas tahun masih mudah terpengaruh. Mereka impulsif, mereka sangat suka mencoba hal yang baru. Bahkan yang berbahaya untuk mereka, seperti kopi darat, dan sebagainya. Lalu apa salah facebook? Yang berbohong kan penggunanya, menyatakan bahwa sudah di atas tigabelas. Dan meskipun mereka memang di atas tigabelas, emosi dan libido mereka masih belum stabil. Mereka jelas masih labil dan perlu PENGAWASAN DARI ORANG TUA.</p>
<p><span> </span>Yang ketiga, masalah abusive content dan/atau nudity/pornography. Mungkin memang sangat sedikit anak-anak pengguna facebook yang memasang foto profil mereka sedang telanjang, sedang berciuman, atau bahkan sedang melakukan kekerasan. Namun banyak yang memasang foto yang menyerupai tindakan tersebut. misalkan berfoto alay (pengambilan foto dengan angle dari atas melalui tangan sendiri) hingga membuat payudara mereka lebih terlihat besar, memonyongkan bibir agar terlihat seksi (bagi beberapa orang tidak termasuk saya), dan lain-lain. Sebenarnya hal itu sendiri yang memicu lawan jenis melakukan pendekatan, mereka berpikir bahwa pengguna yang ini terlihat hot, merangsang, dan bisa jadi &#8220;sasaran empuk&#8221;. Jadi sekarang bisa kita lihat, siapa yang memulai masalah. Siapa yang menyulut api.</p>
<p>Jadi, sekarang siapa yang patut disalahkan? Pengguna facebook, Orang Tua,&nbsp;Mark Zuckerberg, Tim Berners-Lee, Charles Babbage,&nbsp;<span><span>atau bahkan Saya? Semuanya kembali ke diri masing-masing.</span></span></p>
<p><span> </span>Mungkin begitu saja dari saya. Saya bersyukur memunyai orang tua yang tidak kolot dan bisa berpikir luwes. Mereka tidak hanyut dalam isu yang subyektif meskipun kami semua adalah keluarga yang awam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risfan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risfan.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risfan.wordpress.com&amp;blog=4568617&amp;post=16&amp;subd=risfan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risfan.wordpress.com/2010/06/03/udah-lama-gak-nulis-disini-nulis-bentar-ah-ngeluarin-unek-unek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/710a1bf350dec01448a4813c7b6c37df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artikel mading. Dangdut -&gt; exist/extinct ?</title>
		<link>http://risfan.wordpress.com/2009/02/01/artikel-mading-dangdut-existextinct/</link>
		<comments>http://risfan.wordpress.com/2009/02/01/artikel-mading-dangdut-existextinct/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 14:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ART I Kel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risfan.wordpress.com/2009/02/01/artikel-mading-dangdut-existextinct/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mendengar lagu “Cucak Rowo”, “SMS”, atau “Bang Toyib” nggak? Pastinya pernah donk. Nada dangdut yang khas membuat lagu itu selalu terngiang di kepala kita. Iramanya yang khas dan ngebeat membuat kita jadi semangad. Itulah music dangdut. Music khas Indonesia. Originally punya kita. Tapi, ngerasa nggak, kalo music dangdut tuh udah hampir punah? Udah dianggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risfan.wordpress.com&amp;blog=4568617&amp;post=6&amp;subd=risfan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mendengar lagu “Cucak Rowo”, “SMS”, atau “Bang Toyib” nggak? Pastinya pernah donk. Nada dangdut yang khas membuat lagu itu selalu terngiang di kepala kita. Iramanya yang khas dan ngebeat membuat kita jadi semangad.<br />
Itulah music dangdut. Music khas Indonesia. Originally punya kita. Tapi, ngerasa nggak, kalo music dangdut tuh udah hampir punah? Udah dianggap kuno dan nggak penting. Memang sih, kita masih sering mendengar music dangdut di pesta perkawinan, sunatan, acara kampung, bahkan di pinggir-pinggir jalan yang menandakan music dangdut masih exist menggelora di alam Indonesia. Orkes-orkes dangdut pun juga masih banyak.<br />
Tapi itu bukan menjadi pedoman. Yang kita lihat tuh cuman di masa kini aja. Lha di masa depan? Belum tentu. Anak-anak muda sekarang orientasinya tuh ngganggep dangdut sebagai hal yang nggilani alias disgusting. Nggak jauh-jauh, kita sendiri aja deh. Mau nggak ndengerin lagu dangdut? Tau berapa lagu dangdut? Punya file mp3 dangdut ngga, di leptop ato di hape?<br />
Dangdut emang bukan level kita. Orang-orang tua juga masih banyak yang mencintainya. Dan remaja-remaja pun juga masih banyak. Tapi kalo mereka ngga ada, dangdut punah la’an? Ga mau nyelametin ta?<br />
Dangdut sering disalah artikan sebagai music yang norak, ngga tau aturan, dan ngga pantes buat kita. Setiap selesai “orkes” atau konser dangdut selalu ada tawuran. Singers alias “Biduan-biduan”nya pun sering terlalu berpakaian vulgar. Dan lagu yang mereka bawain jarang yang original. Music dangdut punya banyak perkara nih. Padahal juga banyak sisi positifnya.<br />
Ngomongin originalitas dangdut, kasian banged loh. Bayangin, jarang banged ada orang yang beli kaset dangdut yang original. Apa karena langka? Kaset dangdut original emang sulid banged ditemuin soalnya para musisi dangdut uda yakin, kalo kasednya ngga bakal laku kalo dijual “original” yang sinonimnya adalah “mahal”. Lagu-lagu dangdut pun juga sulit diketahui siapa penciptanya. Setiap penyanyi dangdut bisa nyanyi lagu dangdut apa aja. Bahkan mengaransement lagu lain sekenanya dewe.<br />
Gimana nih? Sayang budaya nggak? Sayang music nggak? Selametin dangdut yuk. Kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang ^^ (Aa’ Gym nihhh . . .)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risfan.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risfan.wordpress.com&amp;blog=4568617&amp;post=6&amp;subd=risfan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risfan.wordpress.com/2009/02/01/artikel-mading-dangdut-existextinct/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/710a1bf350dec01448a4813c7b6c37df?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
